DKP3 Tabalong gandeng UMKM lokal meriahkan Gerakan Pangan Murah

Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menggandeng UMKM lokal dari Desa Masingai I, Kecamatan Upau, untuk mendukung Gerakan Pangan Murah (GMP) berupa produk olahan.
Kepala DKP3 Kabupaten Tabalong, Fahrul Raji mengatakan produk olahan dari Kelompok Wanita Tani Mekar Wati Desa Masingai I berupa bumbu pecel siap saji dan keripik tempe.
"Selain produk olahan, gerakan pangan murah juga menyediakan aneka kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, sayuran dan ikan air tawar," jelas Fahrul Raji, Selasa.
Produk olahan bumbu pecel dijual dengan harga Rp10 ribu per mangkok dan kripik tempe Rp10 ribu per bungkus.
Adapula telur bebek asin Rp4.000 per butir, telur bebek mentah Rp75 ribu per rak (isi 30 butir), telur ayam ras Rp48 ribu per rak, telur puyuh Rp40 ribu per rak dan telur ayam kampung Rp85 ribu per rak.
Sebagai pedagang telur, Yunita mengaku senang jualannya di GPM ini banyak diserbu pembeli karena ia mematok harga lebih murah dibanding saat dijual di Pasar Bauntung Tanjung.
"Alhamdulillah saat mengikuti gerakan pangan murah telur ayam ras yang terjual bisa mencapai 30 rak lebih," jelas Yunita.

Warga Desa Kelahang Kecamatan Tanjung Erina saat belanja sayur di Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan DKP3 Tabalong,
Gerakan pangan murah yang dilaksanakan tiap Selasa di depan kantor DKP3 Tabalong ini juga menjual aneka sayuran segar seperti kangkung, bayam, pare, cabai tiung dan cabai rawit dari petani Kecamatan Tanjung.
Kemudian beras lokal dari Bulog dan beras lokal dari Kecamatan Muara Uya dengan harga lebih rendah dibanding harga jual di pasar.
"Selain membantu meringankan beban belanja rumah tangga, kegiatan ini upaya bersama menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan," tambah Fahrul.
Salah satu warga Desa Kelahang, Kecamatan Tanjung, Erina mengakui sayuran yang dijual di Gerakan Pangan Murah lebih segar dan harganya lebih rendah dibanding di pasar.
"Sayurannya lebih segar dan murah karena itu saya mampir untuk keperluan di rumah," jelas Erina.
Sumber : Bidang Ketahanan Pangan






