Bimbingan teknis pengolahan hasil berbasis pangan lokal

Kelompok Wanita Tani (KWT) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mengikuti bimbingan teknis pengolahan hasil buah lokal Nanas Solangai dan cabai rawit Tanjung untuk membangun kemandirian ekonomi perempuan tani.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Tabalong Endang Susilowati Dwi Hartati mengatakan bimtek ini bagian dari upaya penguatan kapasitas produksi dan kewirausahaan berbasis pangan daerah.
"Kita ingin meningkatkan nilai tambah pangan lokal melalui inovasi pengolahan berbasis potensi dan meningkatan pendapatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan menciptakan produk olahan bernilai jual lebih tinggi," jelas Endang, Sabtu.
Program ini menyasar KWT di Desa Manduin Kecamatan Muara Harus, Desa Pemarangan Kiwa Kecamatan Tanjung, Kecamatan Tanta, Mirukh Pudak dan Upau.
Pengolahan hasil buah lokal menyesuaikan potensi tiap kecamatan agar pangan lokal punya nilai tambah dan KWT punya tambahan pendapatan serta wawasan.
Selain itu mengurangi ketergantungan pada bahan pangan impor dengan memaksimalkan sumber daya lokal yang beragam di setiap kecamatan
Bagi Endang kegiatan ini tidak sekadar mengolah hasil bumi, tetapi mengubah potensi lokal Tabalong menjadi peluang ekonomi nyata karena KWT ujung tombak kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan keluarga petani.
Produk olahan dari bahan lokal mencakup Sirup Nanas Solangai, Selai Nanas Solangai dan saos sambal cabai rawit.
"Melalui inovasi ini, masyarakat bisa mengangkat potensi lokal menjadi produk unggulan yang kompetitif dan berdaya saing," tambah Endang.
Harga jual sirup, selai dan saos ini dipastikan meningkat 3 sampai 4 kali lipat dibanding bahan mentahnya disamping dampak positif menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa.
Sumber : Bidang Ketahanan Pangan





